Siapa Nabi Muhammad SAW? (bagian pertama)

Leo Tolstoy (1828-1910), filsafat dan penulis terkenal Russia, memberikan pernyataan tentang Nabi Muhammad SAW sebagai berikut:

 

“ Keagungan Islam itu cukuplah diketahui dengan petunjuk-petunjuknya kepada segala manusia, dengan sinar kebenaran dan hak, dan membawa manusia kepada ketentraman dan kesejahteraan, sesudah terjadi pertikaian dan pertumpahan darah. Islam itu membukakan jalan ketinggian dan kemajuan. Itulah satu-satunya pekerjaan dan kemajuan yang amat berharga dan besar.  Hal itu tidak dapat ditegakkan, melainkan oleh PRIBADI yang diberi kekuatan melebihi kekuatan manusia. [Al Islam, No. 1,2 dan 3 Th.V]  

 

Nabi Muhammad SAW lahir di Mekkah pada tahun 570 M. Ayahnya bernama Abdullah meninggal ketika Nabi Muhammad SAW masih dalam kandungan ibunya yang bernama Siti Aminah.  Ketika berumur 6th, ibunya juga meninggal dunia sehingga Nabi Muhammad SAW dirawat oleh pamanya Abu Thalib, seorang tokoh kaum Quraisy waktu itu. Perlu diketahui, kaum yang berkuasa dan sangat disegani waktu itu adalah kaum Quraisy.

 

Nabi Muhammad SAW dibesarkan dalam keadaan tanpa tulis baca sehingga dia buta huruf (ummi). Tapi akhlaqnya dan kejujurannya sangat terkenal dikalangan warga Makkah ketika itu sehingga dia diberi gelar Al Amin.

 

Nabi Muhammad SAW kecil sering dibawa pergi berdangan oleh pamannya bahkan sampai ke negri syam (Syiria sekarang). Pernah dalam satu perjalanan mereka berpapasan dengan seorang pendeta nasrani yg bernama Baqi. Pendeta itu berpesan kepada Abu Thalib agar menjada Nabi Muhammad SAW kecil dengan baik karena ada tanda-tanda kenabian pada diri beliau.

 

Pada umur 25th Nabi Muhammad SAW remaja bekerja sebagai pedagang pada seorang saudagar wanita bernama Siti Khadijah. Sifat lemah lembut dan jujur dalam berdagang membuat Siti Khadijah yg telah berumur 40th tersebut jatuh hati pd Nabi Muhammad SAW dan merekapun akhirnya menikah.

 

Kita kupas sedikit tentang pemberian istilah SAW (salallahu ’alaihi wasallam) kepada Nabi Muhammad SAW.  Kata salallahu ’alaihi wasallam adalah sebuah Shalawat atas diri Nabi Muhammad SAW. 

Di dalam ilmu tafsir, yang disebut dengan ‘bershalawat’ itu maknanya banyak, tidak terbatas kepada doa semata. Karena itu di dalam Al-Quran Al-Karim kita menemukan adanya ayat yang menceritakan bahwa Allah SWT dan para malaikat-Nya juga bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Dan untuk itu umatnya pun diperintahkan untuk bershalawat kepada beliau juga.

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya . (Al Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 56).

Dan apa maksud Allah SWT bershalawat kepada Nabi SAW? Apakah maknanya Allah berdoa kepada Nabi?

Tentu saja bukan. Mana mungkin Allah berdoa kepada nabi ciptaan-Nya sendiri. Tentu salah besar bila bershalawat di dalam ayat ini dimaknai dengan Allah berdoa. Yang dimaksud dengan Allah SWT bershalawat kepada Nabi adalah bahwa Allah SWT memberinya rahmat. Dan rahmat itu adalah kasih sayang yang selalu mendampingi beliau.

Sedangkan makna para malaikat bershalawat kepada nabi adalah memintakan ampunan. Meski pun yang dimintai ampunan sudah tidak punya dosa, lantaran para nabi adalah orang-orang yang makshum (terhindar dari dosa). Dan hal ini tidak perlu dipertanyakan, sebab Nabi Muhammad SAW sendiri setiap hari meminta ampun kepada Allah SWT seratus kali. Ketika para shahabat menanyakannya, beliau hanya menjawab, “Tidak bolehkah aku menjadi hamba yang bersyukur?”

Sedangkan bila shalawat itu dari orang mukmin maka maknanya adalah doa supaya beliau diberi rahmat dan kasing sayang. Dan mendoakan seorang nabi tidak salah, karena salam yang kita sampaikan kepada orang yang bertemu dengan kita pun maknanya adalah doa. Kalimat Assalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh maknanya adalah ‘Semoga keselamatan terlimpah atasmu serta rahmat dan barkahnya.’

Buat orang Islam, saling mendoakan satu sama lain adalah hal yang biasa dan telah menjadi syiar agama. Termasuk memberi salam kepada Nabi Muhammad SAW dan bershalawat kepadanya. Bukan hanya kepada Nabi Muhammad SAW saja, tapi kepada para Nabi Allah yang lain, itulah sebabnya kalau orang Islam itu selalu menambahkan doa Alaihis Salam disetiap belakang nama para Nabi dan para Malaikat.  Seperti Nabi Ibrahim AS, Nabi Musa AS, Nabi Isa AS. Malaikat Jibril AS, Dll.

Kalau kita mendoakan keselamatan kepada seseorang bukan berarti kita meyakjini bahwa dirinya ada dalam ketidak-selamatan. Doa keselamatan itu sama saja bila kita menyapa teman dengan mengatakan semoga Anda sekeluarga dalam keadaan sehat wal afiat. Apakah bila kita menyapa demikian berarti teman kita itu sekeluarga sedang dirawat di rumah sakit?

Tentu tidak, karena salam dan shalawat itu sifatnya syiar yang hidup di tengah sesama kita. Dan mendoakan keselamatan tidak berarti yang kita salami itu sedang sakit tidak bisa bangun.

Itulah sebabnya ada kata salallahu ’alaihi wasallam dibelakang nama Nabi Muhammad.

Kita lanjutkan tentang kehidupan Nabi Muhammad SAW. 

Perhatikan apa yang pernah diucapkan oleh Mahatma Gandhi dalam As Siasah No.8, II, Th. 5 : 

” aku mengakui benar,  bukannya pedang yang menjadikan Islam mempunyai kedudukan dalam perjuangan hidup, melainkan dengan sopan santunnya Nabi yang sempurna, lunak dan lembut, lagi ikhlas bagi handai taulan dan sahabatnya, serta menghormat sangat akan perjanjian, keteguhan, keberanian, tak memperdulikan bahaya dan bencana serta kepercayaan penuh kepada Tuhannya ”

Pada umur 40th, Nabi Muhammad SAW mendapatkan wahyu yang pertama dari Malaikat Jibril AS. Beliau Nabi Muhammad SAW diangkat sebagai sebagai Nabi dan Rasul Allah untuk menyampaikan Risalah (ajaran) Islam kepada seluruh umat manusia dan segala bangsa sebagai penggenap ajaran-ajaran sebelumnya dan penutup para Nabi dan para Rasul Allah. Berbeda dengan para Nabi dan Rasul sebelumnya yang ditugaskan Allah utk menyampaikan Risalah (ajaran) hanya kepada Bani Israil.

Katakanlah: “Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul Nya, Nabi yang umi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk” (Al Qur’an surat Al A’raf ayat 158)

Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui” (Al Qur’an surat Saba ayat 28)

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam” (Al Qur’an surat Al Anbiya’ ayat 107)

” Muhammad itu adalah utusan Allah… ” (Al Qur’an surat Al Fath ayat 29)

” Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah (utusan Allah) dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu ” ( Al Qur’an surat Al Ahzab ayat 40)

Perhatikan apa yang telah dikatakan Nabi Isa AS (Jesus) tentang Nabi Muhammad SAW :

”Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: “Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata” (Al Qur’an surat As Shaaf ayat 6)

Dan benar seperti yang dikatakan oleh Nabi Isa AS (Jesus) bahwa kemudian Nabi Muhammad SAW dikatakan sebagai penyihir oleh orang-orang yg menolak Islam di Makkah pada waktu itu.  Nabi Muhammad SAW dan pengikutnya yang sangat sedikit waktu itu, mendapat pertentangan keras sampai penyiksaan dari para tokoh-tokoh Makkah sehingga Nabi Muhammad SAW dan para pengikutnya akhirnya harus melakukan hijrah (mengungsi) ke kota Madinah yang berjarak lebih kurang 260 mil utk menyelamatkan dakwah Islam. Tahun Nabi Muhammad SAW dan pengikutnya mengungsi inilah yang kemudian dikenal dengan Tahun Hijriah dan dimulainya penanggalan kelender Islam.

… to be continued. Salam, rpp

One Response to “Siapa Nabi Muhammad SAW? (bagian pertama)”

  1. NABI MUHAMAD SAW YANG DI CERAHKAN OLEH KESADARANNYA AKAN TUHAN DAN PENUH KASIH SAYANG, SEKIRANYA KAUM EKSTRIMIS MENGERTI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: