Freeganism, Al-Isra’ dan Kita

 

Freeganism, Al-Isra’ dan Kita

 

Pernah nggak dengar kata-kata Freeganism atau Freegan lifestyle? Kalau kita buka wikipedia, disitu dikatakan Freeganism is an anti-consumerist lifestyle whereby people employ alternative living strategies based on “limited participation in the conventional economy and minimal consumption of resources”.

                                                                                                          

Kalau kita buka lagi web site mereka (freegan.info), disitu dikatakan bahwa: Freegans embrace community, generosity, social concern, freedom, cooperation, and sharing in opposition to a society based on materialism, moral apathy, competition, conformity, and greed.  

 

 

Baru-baru ini, Oprah Show mengangkat tema freegan lifestyle tersebut dan muncul tayang pada di Metro TV. Mungkin acaranya sendiri sudah lama tapi oleh Metro TV baru dibeli dan baru ditayangkan.

 

Pada acara tersebut, diperlihatkan kehidupan penganut Freeganism yang sangat anti dengan konsumerisme atau hidup berfoya-foya dan memanfa’atkan barang atau makanan yang telah dibuang di tong-tong sampah. Malam hari mereka keluar rumah dan mulai mengais-ngais tong-tong sampah mulai dari tong-tong sampah restoran, mal, supermarket, bahkan tong sampah rumah tangga. Mereka mengumpulkan apa saja yang masih baik, layak pakai dan layak makan.

 

Tak jarang mereka menemukan berbagai jenis makanan yang masih terbungkus rapih dan belum kedaluarsa, yang dibuang begitu saja. Sepasang suami istri bahkan bisa mengumpulkan sebanyak dua ribu lembar amplop yang masih baru dan layak pakai selama mereka melakukan dumpster living atau skipping tersebut. Tak terhitung pula berapa kilo buah-buahan segar atau makanan kaleng yang masih sangat baik dan layak pakai yang mereka pungut dari tong-tong sampah dan terbuang percuma. Bahkan mereka menemukan sebuah meja teh yang masih layak pakai dan sekarang menghiasi ruang makan mereka!

 

Penganut Freeganism mereka bukanlah kelompok masyarakat yang miskin, tapi mereka berkomitment untuk menghindarkan diri dari konsumsi yang berlebih-lebihan atas sumber daya yang ada. Mereka tidak mau berfoya-foya!

 

Al-Qur’anul kariim, telah mendefinisikan orang yang berfoya-foya sebagai saudaranya setan dan inkar kepada Allah. Pada surat Al-Isra’ ayat 27, tertulis:

 

innalmubazziriin na kaanuu ikhwaanas syayaathiin

wakaanas syaithoonu liRobbihi kafuuroo

 

[ Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan,

dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya ]

                                                                                                 

Agak susah untuk menjadi bagian dari komunitas Freegan lifestyle disini, karena di Indonesia ini mungkin kita tidak akan banyak menemukan barang-barang konsumsi yang masih layak pakai di tong-tong sampah. Maklum, kita-kita sendiri masih dalam taraf ”belum berlebih” sehingga tidak gampang membuang sesuatu yang masih layak pakai.

 

Tapi coba perhatikan untuk porsi yang lebih kecil saja, piring makan.

 

Pernahkan anda dengan sengaja menghitung berapa suap nasi dan potongan-potongan  lauk yang tersisa di piring makan anda dan keluarga anda lalu kemudian bermuara di bak cuci piring ?

 

Atau, coba kunjungi dapur sebuah restoran dan hitung berapa kilo makanan sisa yang terbuang dalam satu hari. Anda akan kaget. Itu baru satu restoran dan baru satu hari!

 

Jika semua dikumpulkan, mungkin sangat sangat bisa menutupi kekurangan makanan sebagian besar penduduk bumi ini. Kita sangat tahu kok kalau lebih dari setengah penduduk bumi ini untuk satu hari saja bersusah payah mendapatkan sesuap makanan hanya agar tulang punggung mereka bisa berdiri lurus. Mengherankan bukan?

 

Teman, tulisan ini tidak untuk mengajak anda untuk menjalani dumpster living atau skipping dan bergabung dengan komunitas freegan lifestyle. Tidak mengajak anda untuk menjadi Freeganism.

 

Tapi coba perhatikan, mulai dari diri sendiri dan dari rumah kita sendiri, masih adakah anggota keluarga kita yang menyisakan makanan di piring-piring mereka sedangkan sebagian orang sangat susah mendapatkannya ? Nabi SAW menjilati jari-jari beliau kalau selesai makan. Beliau bahkan memerintahkan kita untuk menghabiskan makanan karena bisa jadi sisa makanan tersebut yang justru mengandung berkah dari Allah.  

 

Kita akan susah untuk menjadi freeganism disini, susah untuk menjalani dumpster living atau skipping tersebut. Tapi, susahkah untuk tidak menyisakan makanan di piring-piring kita ? Rasanya tidak susah dan mudah dilakukan, asal ada kemauan tentunya.

 

So, temans …apalagi yang ditunggu ?

 

Jika anda ingin bersyukur atas nikmat dan rezeki dari Allah

Jika anda tidak ingin termasuk ke dalam kelompok orang-orang yang inkar kepada Allah

Jika anda termasuk orang yang khawatir tidak mendapatkan berkah dari makanan yang anda makan

 

Dan, demi rasa empati kita kepada sebagian besar manusia yang masih hidup dibawah garis kemiskinan…

 

Jangan lagi sisakan makanan di piring anda, ajak keluarga anda melakukan hal yang sama, dan mulailah saat ini juga!

 

Mudah bukan ?

 

 

[ronald]

 

 

                                                                                         

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: